SNI Persyaratan Perancangan Geoteknik

Standar Nasional Indonesia (SNI) Persyaratan perancangan geoteknik ini disusun melalui kerjasama penelitian dan pengembangan antara Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan Himpunan Ahli Teknik Tanah Indonesia (HATTI).

SNI ini menetapkan persyaratan-persyaratan yang terkait langsung dengan perancangan geoteknik dan kegempaan suatu konstruksi. SNI ini merupakan acuan untuk para praktisi dalam perancangan geoteknik dan kegempaan untuk jalan, jembatan, bangunan air dan bangunan gedung.

SNI ini dipersiapkan oleh Komite Teknis 91-01 Bahan Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil pada Subkomite Teknis 91-01-S2 Rekayasa Jalan dan Jembatan melalui Gugus Kerja Geoteknik Jalan Pusat Litbang Jalan dan Jembatan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Teknologi-teknologi yang diulas di dalam SNI ini adalah teknologi yang berkaitan dengan 9 bidang geoteknik dan kegempaan, yaitu stabilitas lereng dan timbunan, fondasi, terowongan, kegempaan, penyelidikan geoteknik, struktur penahan, perbaikan tanah dan keruntuhan hidraulik.

Apa saja isi dari SNI Persyaratan perancangan geoteknik ini?

1. Ruang Lingkup

2. Acuan normatif

3. Istilah dan definisi

4. Persyaratan umum
4.1 Persyaratan umum perancangan
4.2 Persyaratan umum durabilitas material
4.3 Persyaratan umum perhitungan dalam perancangan
4.4 Persyaratan umum laporan perancangan geoteknik

5. Data Geoteknik
5.1 Ruang Lingkup data Geoteknik
5.2 Perancangan penyelidikan geoteknik
5.3 Pengambilan contoh tanah, batuan dan air tanah
5.4 Uji lapangan pada tanah dan batuan
5.5 Uji laboratorium pada tanah
5.6 Uji laboratorium pada batuan
5.7 Laporan Penyelidikan tanah

6. Perbaikan Tanah
6.1 Ruang lingkup perbaikan tanah
6.2 Kriteria kebutuhan perancangan perbaikan tanah
6.3 Penyelidikan geoteknik pendahuluan untuk pekerjaan perbaikan tanah
6.4 Kriteria penentuan jenis perbaikan tanah
6.5 Penyuntikan semen (grouting)
6.6 Jet grouting
6.7 Deep mixing
6.8 Pemadatan dalam (deep compaction)
6.9 Prefabricated Vertical Drain (PVD)
6.10 Prefabricated Vertical Drain (PVD) dengan metode hampa udara (vacuum preloading)

7. Stabilitas lereng galian dan timbunan
7.1 Ruang lingkup stabilitas lereng galian dan timbunan
7.2 Deskripsi
7.3 Aplikasi
7.4 Data yang diperlukan untuk perancangan lereng
7.5 Kriteria perancangan lereng
7.6 Analisis lereng tanah
7.7 Analisis stabilitas lereng batuan
7.8 Perancangan instrumentasi untuk keamanan lereng

8. Terowongan
8.1 Ruang lingkup pekerjaan terowongan
8.2 Persyaratan perancangan terowongan pegunungan/batuan
8.3 Persyaratan perancangan terowongan perisai
8.4 Persyaratan perancangan terowongan lintas bawah (metode gali-dan-tutup)
8.5 Pertimbangan lain dalam perancangan

9. Pondasi
9.1 Ruang lingkup pekerjaan fondasi
9.2 Persyaratan perancangan fondasi
9.3 Persyaratan struktur
9.4 Kriteria laporan perancangan fondasi
9.5 Survei lapangan
9.6 Fondasi dangkal
9.7 Fondasi tiang
9.8 Uji fondasi tiang (pembebanan dan integritas)

10. Struktur Penahan Tanah
10.1 Ruang lingkup pekerjaan struktur penahan tanah
10.2 Dinding penahan tanah
10.3 Embedded walls
10.4 Soil nailing
10.5 Dinding MSE (MSE walls)
10.6 Angkur tanah (ground anchors)

11. Galian Dalam
11.1 Ruang lingkup pekerjaan Galian Dalam
11.2 Persyaratan teknis perancangan Galian Dalam
11.3 Kontruksi galian terbuka
11.4 Kontruksi dinding penahan tanah
11.5 Penurunan permukaan tanah di sekitar galian
11.6 Instrumentasi dan monitoring

12. Kegempaan
12.1 Ruang lingkup kegempaan
12.2 Persyaratan teknis perancangan kegempaan

13. Keruntuhan Hidraulik
13.1 Ruang lingkup keruntuhan hidraulik
13.2 Keruntuhan akibat gaya uplift
13.3 Keruntuhan dasar galian akibat boiling
13.4 Erosi tubuh
13.5 Keruntuhan hidraulik oleh erosi pada fondasi bangunan
13.6 Erosi pada antarmuka timbunan dengan saluran tertutup yang melintang bendungan
13.7 Keruntuhan bendungan urugan batu (rock fill) akibat retak hidraulik (hydraulic fracturing)
13.8 Desain bendungan urugan tanah dan tanggul untuk menghindarkan keruntuhan hidraulik

Bibliografi

SNI Geoteknik ini menurut saya sudah sangat lengkap sekali, karena masih berupa Draft RSNI yang update bulan April 2017, kemungkinan masih akan ada penyempurnaan dan akan diterbitkan tahun 2018 setelah mendapatkan Pengesahan BSN/Badan Standarisasi Nasional

Semoga dengan diterbitkannya SNI Geoteknik ini bisa menjadi acuan para pelaku di dunia Konstruksi.

Silahkan Download RSNI Geoteknik ini beserta sosialisasi pendukung untuk SNI Geoteknik ini

>> DOWNLOAD <<

Semoga bermanfaat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here