Konsep Pemilihan Sistem Struktur Bangunan Tinggi

Pada dasarnya setiap sistem struktur pada suatu bangunan merupakan penggabungan beberapa elemen struktur secara tiga dimensi yang cukup rumit. Fungsi utama dari sistem struktur adalah untuk memikul secara aman dan efektif beban yang bekerja pada bangunan, serta menyalurkannya ke tanah melalui pondasi. Beban yang bekerja pada bangunan terdiri dari beban vertical, horizontal, perbedaan temperature, getaran, dan sebagainya.

Sistem struktur dalam proses perancangannya selalu menghadapi beberapa kendala di antaranya  : persyaratan arsitektural, sistem mekanikal elektrikal, metode konstruksi dan aspek ekonomi.

Beberapa aspek yang harus diperhatikan dalam pemilihan sistem struktur dan konfigurasi struktur suatu bangunan adalah sebagai berikut :

Aspek Struktural

Aspek struktur adalah aspek yang membahas kekuatan dan stabilitas bangunan. Struktur meliputi pemilihan jenis sistem struktur dan konfigurasinya, serta bagaimana sistem ini dapat membentuk ruang, karena di dalam bangunan gedung struktur bertugas mewadahi fungsi ruang.

Sistem struktur dalam pembahasan ini dibagi menjadi bagian-bagian lebih kecil yang disebut dengan elemen struktur misal; elemen rangka atap, rangka utama, dan pondasi. Seluruh bagian atau elemen dari berbagai sistem struktur akan mempunyai tanggung jawab utama sebagai pemikul beban bangunan. Karena fungsinya tersebut, sistem struktur tidak dapat dihilangkan namun dapat digantikan satu sistem struktur dengan sistem struktur yang lain. Ketersediaan ragam sistem struktur dan elemennya serta kemungkinan pemilihannya adalah bahasan pokok dalam perancangan struktur. Apapun pilihan yang diajukan akan selalu benar jika sesuai dengan maksud-maksud atau aspek-aspek lain dalam bangunan.

Aspek ini merupakan aspek yang harus dipenuhi karena berhubungan dengan besarnya kekuatan dan kekakuan struktur dalam menerima beban-beban yang bekerja, baik beban vertikal maupun beban horizontal. Untuk memenuhi fungsinya sebagai tumpuan bangunan dalam merespon beban apapun yang mungkin dibebankan di atasnya, sebuah struktur harus memenuhi empat hal: struktur tersebut harus mampu mencapai keadaan setimbang, harus stabil, harus mempunyai kekuatan yang cukup, dan kekakuan yang cukup.

Aspek Arsitektural dan Ruang

Aspek ini berkaitan dengan denah dan bentuk gedung yang diharapkan memiliki nilai estetika dan fungsi ruang yang optimal yang nantinya berkaitan dengan dimensi dari elemen struktur dan peletakkan elemen-elemen struktur seperti kolom, balok, dan shearwall.

Keterpaduan antar sistem yang membentuk karya arsitektur dinilai secara komprehensif, yaitu didasari atas pertimbangan lintas sektoral untuk memperoleh alternatif rancangan sehingga diperoleh hasil rancangan akhir yang optimal. Pertimbangan yang hanya didasari atas masing-masing unsur elemen arsitektural dan ranah (domain) pembentuk hasil karya arsitektur, bukan saja akan menghasilkan karya yang sulit dipertanggungjawabkan secara etika moral, tetapi juga akan membawa dampak bagi kesulitan yang perlu ditanggung oleh pengguna/penghuni bangunan (user) tersebut sepanjang usia bangunannya (building life time) atau selama karya arsitektur itu tetap ada atau bangunan tersebut digunakan.

 Aspek Pelaksanaan dan Biaya

Meliputi jumlah pembiayaan yang diperlukan agar dalam proses pelaksanaannya perencana dapat memberikan alternatif rencana yang relatif murah dan memenuhi aspek mekanika, arsitektural, dan fungsionalnya. Biasanya dari suatu gedung dapat digunakan beberapa sistem struktur yang bisa digunakan, maka faktor ekonomi dan kemudahan pelaksanaan pengerjaan merupakan faktor yang mempengaruhi sistem struktur yang dipilih.

 Aspek Perawatan Gedung

Aspek yang berhubungan dengan kemampuan owner untuk mempertahankan gedung dari kerusakan yang terjadi. Biaya perawatan dan pemeliharaan suatu bangunan selalu berkaitan dengan biaya konstruksi awal, jika biaya konstruksi awal membutuhkan biaya yang cukup tinggi maka diperlukan biaya perawatan yang relatif rendah tetapi jika biaya konstruksi awal rendah maka diperlukan biaya perawatan yang cukup tinggi. Dalam perancangan suatu bangunan perlu diperhitungkan biaya optimal antara biaya konstruksi dan biaya perawatannya.

 Aspek Lingkungan

Aspek lain yang ikut menentukan dalam perancangan dan pelaksanaan suatu proyek adalah aspek lingkungan. Dengan adanya suatu proyek yang diharapkan akan memperbaiki kondisi lingkungan dan kemasyarakatan. Perencanaan lokasi dan denah haruslah mempertimbangkan kondisi lingkungan apakah rencana kita nantinya akan  menimbulkan dampak positif bagi lingkungan sekitar, baik secara fisik maupun kemasyarakatan atau sebaliknya akan dapat menimbulkan dampak yang negatif.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here