Beton Transparan, Beton Yang Bisa Tembus Pandang

Beton yang memiliki peran begitu penting dalam struktur suatu rumah secara umum memang tak luput dari perkembangan teknologi yang terus berupaya menciptakan inovasi baru. Salah satu inovasi cukup menarik adalah terciptanya beton transparan yang serta merta dapat mengubah persepsi kita sebagai orang awam mengenai beton. Jika biasanya dinding beton pada suatu bangunan bersifat tertutup sehingga membuat ruangan didalamnya begitu gelap. Maka bayangan kita mengenai dinding beton yang seperti itu tidaklah berlaku ketika Anda melihat beberapa contoh beton transparan berikut ini.

Yang jadi pertanyaan adalah apa yang menyebabkan beton ini bisa terlihat transparan? Satu hal yang menyebabkan beton-beton ini dapat meneruskan cahaya (tembus cahaya) dikarenakan adanya fiber optic yang dicampurkan kedalam material pembuatnnya. Jika biasanya adonan beton terdiri dari campuran antara material semen, pasir, kerikil dan air dengan takaran tertentu. Misalnya saja untuk membuat beton K-175 dibutuhkan komposisi semen:pasir:kerikil adalah 1:2:3. Maka Untuk membuat beton transparan ini ditambahkan material fiber optic kedalamnya dengan takaran dan teknik pembuatan yang masih dirahasiakan oleh perusahaan.

Sebenarnya beton transparan ini bukanlah hal yang baru didunia inovasi material bangunan. Karena gagasan untuk membuat beton transparan sudah muncul sejak tahun 1935, hanya saja kala itu pengembangannya masih terbatas mengingat teknologi fiber optic belum seperti sekarang. Dan untuk saat ini sudah ada beberapa perusahan asal jerman dan Italia yang sudah memproduksinya.

Sebuah perusahaan material beton dari Jerman (Litracon, Lucon) dan Italia (Italcementi) telah menciptakan volume blok beton dengan campuran semen, serat optik dan warna yang dapat memungkinkan untuk menembus cahaya langsung. Ribuan serat optik kaca membentuk matriks dan menjalankan paralel satu sama lain antara dua permukaan utama dari setiap blok. Proporsi dari serat sangat kecil (4%) dibandingkan dengan total volume blok. Selain itu, serat ini berbaur di beton dan dapat menjadi komponen struktural sebagai semacam agregat sederhana.

Oleh karena itu, permukaan blok beton tetap homogen. Secara teori, struktur tembok yang dibangun dari cahaya-beton transmisi bisa beberapa meter tebal, karena serat bekerja tanpa hampir kehilangan apapun dalam cahaya sampai 20 meter. Struktur load-bearing bisa juga dibangun dari blok-blok, karena serat kaca tidak memiliki efek negatif terhadap nilai kekuatan tinggi pada tekan beton. Blok dapat diproduksi dalam berbagai ukuran dan dapat men-isolasi panas.

Hal ini dapat diproduksi secara blok prefabrikasi dan panel. Karena ukuran kecil serat, mereka berbaur menjadi beton menjadi komponen dari bahan seperti potongan-potongan agregat kecil. Dengan cara ini, hasilnya tidak hanya dua bahan – kaca dalam beton – campuran, material ketiga seperti serat cahaya dapat menjadi permukaan utama.

Gelas serat cahaya terdapat antara kedua sisi blok. Bentuk yang paling menarik dari fenomena ini, apabila di sisi terang, dinding terlihat bayangan yang muncul akibat sesuatu yang menghalangi pada salah satu sisi blok dan dapat berubah menjadi gelap homogen apabila tidak ada pencahayaan.

Beberapa Proyek yang sudah menggunakan Beton Transparan

Proposal Kengo Kuma (JapanLisztRaiding – ten new houses)

Roland Hagenberg menugaskan sepuluh arsitek Jepang untuk menciptakan tempat tinggal sementara bagi desa Raiding di Burgenland – tempat kelahiran Franz Liszt – sebagai sensasi atsmosfer baru, untuk peluang, tantangan dan kontradiksi dalam sebuah proposal project “non- city today’s”.

Arsitek Jepang Kengo Kuma menggunakan produk LUCCON beton ringan dalam kontribusinya pada sebuah project con-fiber (blok beton transparan). Cahaya langsung disaring agar mendapatkan sensasi pada ruang, ruangnya pun secara tidak langsung dibatasi jarak imaginer, karena antar sisi dinding di bentuk samar.

Ini merupakan pengembangan dengan potensi untuk mengubah makna arsitektur. Seiring cahaya, bayangan orang bergerak di luar menembus ruang. Memungkinkan adanya komunikasi antar kedua sisi dinding.

Italian Pavilion, Shanghai Expo


Proyek ini mengusulkan sebuah bangunan yang mengintegrasikan model khas bangunan kota Italia, dengan struktur arsitektur dari permainan konstruksi Cina disebut Shanghai. Paviliun ini meliputi area seluas 3.600 meter persegi dan 18 meter tinggi. Di dalamnya dibagi menjadi beberapa bagian yang tidak teratur dari dimensi yang berbeda, Bentuknya juga menyoroti kompleksitas topografi kota Italia, dengan berbagai jalan yang sempit dan lorong-lorong pendek yang tiba-tiba terbuka ke sebuah persegi besar, karakteristik yang juga dapat ditemukan di pusat-pusat perkotaan tradisional Cina. Efek psikofisik kenyamanan diberikan oleh taman internal, kehadiran air dan cahaya alami yang tersebar di seluruh wilayah di teras dan dinding.

Keunggulan dari pavilion ini, tim arsitek telah menggunakan material ‘beton transparan’ yang memungkinkan cahaya masuk ke dalam ruangan sehingga dinding terlihat seperti jendela raksasa.  Apabila dilihat dari dekat, celah 2-3mm membuat pola mengejutkan dan dari sudut tertentu atau di kejauhan muncul persis sama dengan beton normal. Tetapi pada hari yang cerah di dalam sebuah bangunan terbuat dari beton, efeknya mirip dengan  biasan cahaya di dinding dari cahaya yang masuk.

Transparansi 20 persen: Dikembangkan oleh Italcementi perusahaan Italia, ada sekitar 50 lubang di setiap panel

Dalam projek ini Enrico Borgarello, (Italcementi Group Inovasi Direktur) berkata: “beton transparan” yang terbuat dari plastik resin jauh lebih murah daripada yang terbuat dari serat optik. Selain itu, kemampuan untuk “menangkap” cahaya yang lebih besar, karena mengandung resin sudut visual yang lebih luas daripada serat optik.

Mountblanc Ginza, Tokyo


Arsitek Andreas Weidner menggunakan Litracon, blok beton transparan pada butik Mountblac (Ginza jepang). Setiap blok beton ini disambung dengan struktur rangka baja dan pada lapisan luar bangunan blok beton dikombinasikan dengan kaca. Dengan tujuan untuk menciptakan efek biasan cahaya pada interior yang ditangkap dari cahaya langsung pada siang hari. Dan pada malam hari, adanya efek cahaya buatan dari dalam bangunan yang keluar dari permukaan luar bangunan.

Karena beton transparan ini dapat dikategorikan sebagai beton pabrikasi atau beton precast maka ukuran dan modelnya pun masih terbatas untuk saat ini. Namun jika hanya untuk sekedar menutup dinding ekterior maupun interior rumah sudah lebih dari cukup. Melihat modelnya sekilas memang mirip dengan hebel (bata ringan) yang sudah sering kita jumpai. Permukaannya halus dan lebi ringan dari beton pada umumnya. Jika Anda merasa harga hebel dipasaran saat ini sudah termasuk mahal, maka beton transparan ini jauh lebih mahal dari hebel bahkan berkali-lipat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here